Yerusalem, Saksi Bisu Kisah Paling Fenomenal Dalam Sejarah

Yerusalem, kota ini menjadi saksi atas kejadian paling fenomenal dalam sejarah, kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Pohon zaitun berumur 2000 tahun pun masih tegak berdiri di Taman Getsemani dimana Yesus bergumul dalam doa sebelum Ia menghadapi kematian-Nya.

Jalan raya Romawi kuno masih terbentang dari Lembah Kidron sampai ke rumah Kayafas, Imam Besar Yahudi saat itu.

Batu dari benteng dimana Pontius Pilatus tinggal menjadi saksi bisa dimana prajurit Romawi memainkan permainan bernama “Raja dalam Sehari.” Dampak hari terakhir Yesus Kristus dan murid-murid-Nya telah mengubah dunia, dimana berdasarkan pernyataan Alkitab; Yesus menjadi domba Paskah yang tersembelih bagi dosa dunia.

Catatan Sejarah

Ketika beberapa orang mencoba melemahkan kisah Paskah, banyak sarjana Alkitab mengatakan kehidupan dan kematian Yesus adalah tentang catatan sejarah.

Darrell Bock, professor Studi Perjanjian Baru di Dallas Theological Seminary mengarah pada ahli sejarah Yahudi Josephus.

Bock mengatakan, “Buku Josephus yang disebut Antiquities.. Buku 18: bagian 61-64 menjelaskan secara singkat kehidupan Yesus. Saat ini, beberapa yang dikatakannya menjadi sengketa dan kembali kepadanya, tetapi salah satu yang tidak dapat diperdebatkan adalah Yesus disalibkan oleh Pontius Pilatus, dan bahwa para pemimpin Yahudi membawanya ke penyaliban. Dan hal ini adalah korelasi yang baik dengan cerita Alkitab.”

Salah satu cerita tentang penyaliban ini adalah jalan yang diberina mana Via Dolorosa atau Jalan Penderitaan. Ini menandai dimana Pontius Pilatus mengirim Yesus untuk disalibkan di Golgota, lokasi penyaliban. Tapi selain Pontius Pilatus, para arkeologi juga punya bukti bahwa ada orang lain yang terlibat dalam masa sengsara Yesus, seperti Simon dari Kirrene yang membantu membawa salib Yesus.

 

Paskah

 

“Keduanya, Simon dari Kirene, ayah dari Rufus dan Alexander berdasarkan Injil Markus dan Kayafas, adalah imam besar yang mengawasi pengadilan Yahudi yang independent,” ungkap Claire Pfann, seorang ahli Kristen Mula-mula. “Yang menarik dipikirkan ketika Anda melihat kejadian yang terjadi dalam satu minggu di Yerusalem sekitar 2000 tahun lalu itu, ada tiga orang yang memainkan peran penting. Dan yang tercatat dalam bukti dokumen, juga dibuktikan dalam arkeologi.”

Bukti Permintaan Tuntutan

Sebelum arkeologi, pastor Jerry Murphy O”Conner, orang yang mempelajar tentang Rasul Paulus dan para rasul di awal ke-Kristenan, percaya bahwa orang-orang terdekat dengan Yesus – yang kebanyakan mati karena imannya – tidak akan memberikan hidupnya untuk sebuah kebohongan.

Murphy berkata, “Kita bisa menaruh iman kita pada kebangkitan Yesus karena hal itulah yang dipercayai oleh murid-murid-Nya, mereka yang mengenal-Nya, yang bepergian dengan-Nya. Mereka adalah saksi dari penampakan-Nya, yang artinya Dia hidup. Mereka saksi dari kubur yang kosong, yang artinya tidak ada mayat lagi, itulah sebabnya mereka harus berkata bahwa Dia telah bangkit dari kematian.”

“Saya pikir kita juga tidak bisa mengesampingkan fakta bahwa Paulus mengerti apa itu kebangkitan tubuh,” kata Pfann. “Dia berkata bahwa jika Yesus tidak bangkit dari kematian, maka iman kita tidak ada artinya, sia-sia dan segala sesuatu yang kita lakukan adalah sia-sia. Saya tidak merasa bahwa Paulus sedang berbicara tentang sesuatu yang akan datang, manifestasi dari kebangkitan rohani. Dia bicara langsung tentang hal itu, kebangkitan secara fisik.”

Jika beberapa berkata bahwa iman terhadap kebangkitan Yesus hanya berdasarkan iman saja, beberapa sarjana Alkitab percaya bahwa kita punya bukti otentik.

“Kami mendengar beberapa hal bahkan dari sumber pagan bahwa cerita ke-Kristenan dan apa yang kita temukan sekarang perlu di pertanyakan lagi,” ujar Stephen Pfann, pendiri Universitas Holy Land. “Tapi ini bagus memiliki beberapa hal seperti osuarium Kayafas, Simon dari Kirene, untuk menyajikan fakata bahwa kisah-kisah tersebut bukan fabrikasi, tetapi benar-benar berdasarkan fakta sejarah.”

arsipusi

Putra Sigotom

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *