Seorang Ibu Meminjam Uang Kepada Anaknya yang Kaya

Kisah di bawah ini adalah kisah yang bagus untuk kita Renungkan bersama. Kisah ini tentang Bakti kita kepada Orang Tua kita yang sudah tua, apalagi jika kita diberikan rezeky dan harta yang cukup oleh Yang Maha Kuasa.

 

bottom

Terkadang, banyak sekali anak jika telah kaya, maka dia lupa dengan Ibu dan Ayahnya yang telah bersusah payah berjuang membesarkannya. Namun, banyak juga orang jika telah kaya sekalipun, tetapi pengabdian kepada kedua orang tua dia buat menjadi hal yang wajib, bahkan di atas segalanya. Jadi tergantung kita, mau memilih jalan yang mana, mau berbaktikah kepada Orang Tua kita, ataukah ingin ‘mengabaikan’ mereka setelah kita berkecukupan?

Nah, di bawah ini akan kita berikan sebuah kisah singkat yang mungkin bermanfaat dan bisa kita renungkan bersama.

 

air-mataSeorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata :

” Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu,? Ibu ada perlu buat beli beras.”.

Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: ” Iya Bu, nanti Aku tanya istriku dulu”, seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan…

Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 juta….!!!!.

Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang….

Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar?? Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia.

 

Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS..Maafkan anakmu ini yang tidak tahu balas budi..

Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 jt, sambil menangis ia berkata: “Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do’akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu”.

Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: “Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo’a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian”

Itulah sebuah cerita singkat, semoga kita bisa mengambil manfaat dan hikmah dari cerita ini.

Bagi PARA ISTRI ingatlah bahwa rizki dari suamimu adalah jg HAK mertuamu. Dan juga perlakukan lah ibu mertua seperti ibu kandung sendiri.

Jika kalian merasa cerita singkat ini bermanfaat, silahkan sebarkan ke semua temanmu. Menyebarkan hal baik itu adalah hal yang patut dilestarikan.

arsipusi

Putra Sigotom

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *