Polisi Cium Pembunuhan Berencana Asisten Bos XL

Andy Kurniawan alias Andy Wahyudi (38), tersangka kasus pembunuhan terhadap asisten cantik bos XL, Hayriantira alias Rian (37), diduga melakukan pembunuhan berencana.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti, mengatakan, aparat kepolisian sedang merekonstruksi pasal terkait pembunuhan berencana yang diduga dilakukan Andy.

Krishna menjelaskan, indikasi pembunuhan berencana terhadap Rian dicium polisi, karena pelaku sempat menukar pelat nomor mobil Honda Mobilio saat bepergian menuju ke Garut.

 

pembunuhan-bos-xl
“Tetapi, mengapa mesti dipasang pelat nomor palsu? Itu bagi penyidik tidak masuk akal, kalau cuma alasannya menyenangkan hati korban,” kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Senin 10 Agustus 2015.

Krishna menegaskan, saat ini, hasil penyelidikan, tersangka Andy melakukan pembunuhan berencana untuk menguasai harta.

Hal itu diungkapkan Krishna setelah melakukan pembunuhan di kamar nomor 5 Hotel Cipaganti, Garut, pada 30 Oktober 2014. Tersangka Andy mengambil barang berharga milik korban termasuk BPKB mobil Honda Mobilio di showroom yang berada di Depok.

Ketika ditanya apakah ada pelaku lain selain Andy dalam kasus pembunuhan yang baru terungkap selama sembilan bulan ini, Krishna menuturkan, hingga saat ini penyidik masih terus mendalami.

“Sementara ini, Andi melakukan kejahatan sendiri. Apakah ada yang lain? Nanti kami lihat. Pembunuhan ini direncanakan untuk mengambil barang dan menguasai harta. Kami belum menemukan motif lain,” kata dia.

Andy yang bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan alat kesehatan terancam pasal berlapis, karena membunuh Rian. Pasal yang akan dikenakan di antaranya Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 365 KUHP pencurian dengan kekerasan.

arsipusi

Putra Sigotom

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *