Panik anak dikabari masuk RS, Rp 20 juta melayang ke kantong penipu

Abrar, warga Pekanbaru terpaksa merelakan uangnya sebesar Rp 20 juta lenyap bersama si penelpon gelap. Ia menyerahkan uang itu dengan cara melakukan transfer ke rekening yang tunjuk si pelaku agar anaknya yang disebut pelaku jatuh dari lantai 2 sekolah, segera dirawat.

Awal cerita, Abrar mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai guru dari anaknya, M Fatir. Guru palsu itu memberi kabar bahwa Fatir jatuh dari lantai 2 tempatnya bersekolah.

Sebagai orangtua, tentu saja Abrar panik. Tak hanya itu, Abrar makin kalap saat diberitahu bahwa anaknya terpaksa dilarikan ke rumah sakit lantaran mendapat luka yang serius.

 

panik anak dikabari

 

Pria ngaku guru itu juga menyampaikan kepada Abrar, bahwa Fatir mengalami luka yang cukup hebat, telinganya mengeluarkan darah dan dapat mengakibatkan geger otak dan harus segera dioperasi agar nyawanya selamat. Abrar makin takut dan resah.

Untuk meyakinkan Abrar, pria itu menyuruhnya menghubungi pihak rumah sakit agar Fatir bisa segera dioperasi. Melihat dan memanfaatkan kepanikan Abrar, pria ini meminta Abrar mengontak pihak RS terkait biaya administrasi.

Abrar pun akhirnya masuk jebakan. Pelaku kedua yang mengaku sebagai pihak apotik pun menelepon. Ia meminta Abrar untuk mengirim uang via rekening yang digunakan untuk menebus obat sebesar Rp 20 juta.

Merasa yakin, Abrar pun meminta adiknya meluncur ke ATM untuk mengirimkan uang. Setelah uang dikirim, para penelepon gelap itu tak bisa lagi dihubungi. Resah dan curiga, Abrar mencari informasi dan mendapatkan nomor telepon guru sekolah yang asli.

Alangkah kagetnya Abrar saat mendengar pengakuan dari pihak sekolah. Guru anaknya yang asli justru menyatakan bahwa tak ada sesuatu pun terjadi pada Fatir, dan baik-baik saja di sekolah. Sadar telah ditipu, Abrar langsung melapor ke Polresta Pekanbaru, Selasa (15/03).

“Kita masih lakukan penyelidikan, termasuk nomor rekening yang digunakan untuk menerima kiriman uang,” ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik kepada merdeka.com, Rabu (16/3) malam.

Guntur mengimbau kepada masyarakat, agar senantiasa waspada terhadap segala macam modus penipuan via telepon. Tidak sedikit warga yang sudah mengalami kejadian penipuan.

“Pastikan dulu kebenarannya melalui pihak yang jelas. Untuk itu penting bagi masyarakat agar menyimpan nomor telepon penting,” pungkasnya.

dirilis : merdeka.com

arsipusi

Putra Sigotom

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *