Hari-hari Terakhir Steve Jobs Sang Pendiri Apple

stevejobs-dconf

Buku biografi terbaru tentang pendiri Apple, “Becoming Steve Jobs,” mulai dijual pada 24 Maret 2015. Buku ini menyoroti percakapan Jobs dengan rekan, kolega, dan temannya dalam beberapa pekan terakhir dan hari sebelum ia meninggal dunia pada 5 Oktober 2011.

Buku ini ditulis oleh Brent Schlender dan Rick Tetzeli dari hasil wawancara dengan para pemimpin industri teknologi, hiburan, dan dalam perusahaan Apple sendiri, yang bekerjasama dengan Jobs.

Dalam satu bagian penting, CEO Apple saat ini, Tim Cook, mengingat hari ketika Jobs memintanya menjadi pemimpin tertinggi di Apple. Cook sebelumnya menjabat sebagai chief operating officer (COO).

Kala itu, Jobs sedang berjuang melawan kanker pankreas dan menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah.

Baca juga: Tim Cook Pernah Tawarkan Ginjalnya ke Steve Jobs

Cook ingat bahwa Jobs menginginkan penggantinya tidak akan pernah mencoba untuk meniru apa yang telah dilakukannya. Jobs menyebutnya sebagai konsep “The Beatles,” di mana setiap personel grup musik legendaris itu punya ikon tersendiri dan punya bakat yang saling melengkapi.

Kesehatan Jobs terus memburuk dalam waktu delapan pekan setelah percakapan ini. Cook berkata, Jobs mengajaknya menonton film “Remember the Titans” beberapa hari sebelum meninggal.

“Kami menyaksikan Remember the Titans. Saya sangat terkejut ia ingin menonton film itu. Aku seperti mengatakan, apakah kamu yakin? Steve sama sekali tidak tertarik pada olahraga. Dan kami menyaksikan dan kami berbicara tentang beberapa hal dan saya pikir ia cukup senang dengan itu,” kata Cook dalam buku itu.

Pilihan Redaksi
  • Apple Watch dan Mobil Listrik Dongkrak Nilai Apple
  • Foto Jadul Steve Jobs Ditawar Rp 169 Juta
  • 40 Persen Pemakai iPhone Ingin Punya Apple Watch
  • Kisah Unik iPhone Hilang dan Persahabatan Warga AS-Tiongkok
  • Niat Steve Jobs yang Tak Terwujud: Membeli Yahoo

Jobs meninggal dunia di usia 56 beberapa bulan setelah ia mengundurkan diri dari Apple pada Agustus 2011.

John Lasseter, Kepala Kreatif di Pixar, sebuah perusahaan animasi digital yang didirikan oleh Jobs, juga punya kenangan terakhir.

“Kami berbicara tentang Pixar … Kemudian saya menatapnya dan dia berkata, ‘Ya, saya perlu untuk tidur siang sekarang.’ Saya bangkit untuk pergi, kemudian berhenti, sayamenatapnya dan kembali. Saya memberinya pelukan, dan ciuman, dan saya berkata, ‘Terima kasih. Terima kasih untuk semua yang Anda lakukan untuk saya.'”

Lasseter melanjutkan dengan mengenang pertemuan beberapa tahun kemudian dengan Cook di pesta ulang tahun istri Jobs.

“Saya masih memiliki nomor Steve di telepon saya. Saya berkata, ‘Saya tidak akan pernah bisa menghapusnya.’ Dan Tim mengeluarkan iPhone-nya lalu menunjukkan ia masih memiliki nomor Steve.”

Penulis buku “Becoming Steve Jobs” juga mewawancarai pendiri Microsoft, Bill Gates, yang selama ini disebut terus bersaing tetapi juga melakukan kolaborasi dengan Apple.

Suatu sore di hari-hari terakhirnya, Jobs ternyata menyempatkan diri bertemu dengan Gates. Di buku ini Gates memuji Jobs.

“Steve dan saya akan selalu mendapatkan kredit lebih dari yang pernah kita lakukan, dan jika diceritakan terlalu rumit,” kata Gates. “Maksudku, ya, Steve melakukan pekerjaan yang brilian, dan jika Anda diminta menjelaskan maka maka Anda tahu itu, tinggalkan aku keluar dari orang yang memiliki dampak paling besar pada industri komputer pribadi, terutama dari tempat kami duduk sekarang, Anda lebih memilih Steve Jobs.”

Meskipun berkembang cerita-cerita yang tidak harmonis antara Jobs dan Gates, tetapi keduanya belakangan menjadi akrab dan selalu menjaga rasa saling menghormati selama bertahun-tahun.

“Kami hanya berbicara tentang hal-hal yang akan kita lakukan, dan di mana kita berpikir hal-hal yang akan kami tuju.”

 

bottom

imagesBuku biografi Steve Jobs karya Walter Isaacson sebelumnya mencerminkan kejeniusan Jobs dan sikapnya yang juga bisa menjadi sangat keras serta kejam. Tetapi di buku biografi karya Brent Schlender dan Rick Tetzeli, menurut CNN menghadirkan sosok ramah, dan potret lembut dari Jobs.

Kedua penulis berusaha memanusiakan Jobs dengan mewawancarai orang-orang terdekat, mengungkap fase sangat sukses dalam karier, dan beberapa sikap kerasnya yang mulai melunak.

Sejumlah eksekutif Apple yang dekat dengan Jobs, mengaku tidak begitu suka dan mengkritik keras karya Isaacson, tetapi mereka memberi pujian untuk “Becoming Steve Jobs.”

Menurut penulis Jeremy Horwits dari blog teknologi 9to5Mac, buku terbaru ini “Seperti buku bagus lain yang telah ditulis tentang Jobs, tidak memberikan kisah definitif hidupnya, melainkan hanya menambah beberapa rincian baru dan menarik yang layak dipertimbangkan bersama tentang apa yang sebelumnya dikenal.”

arsipusi

Putra Sigotom

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *